Cast : Kim Ki
Bum aka kim ki bum
Joong woon aka
kim ye sung
Young woon aka
kim kang in
Cho kyuhyun
akan kim kyuhyun
All member of
SUJU
Genre : Gaje,,
family , Love/Romance(?) dikit horror
Summary: Kita
tercipta untuk bersama, meski kita jauh berbeda. Kau seorang manusia dan aku
vampire. Tapi takkan ada yang bisa memisahkan kita. Termasuk dunia, aku akan
hancurkan semua jika dia ingin melukaimu untukku. Inilah sebuah kejujuran yang
kupersembahkan untuk kerajaan vampire itu!
Disclaimer :
Kibum milik author sepenuhnya! #di bakar idup-idup sama snowest
Hahaha.. neh
author pengen gila ndiri karena permintaan ayank Kibum… dia kan maunya peran
yang agak menarik. Neh.. gue kasih, apa sih yang nggak buat lu…
Okeh.. cerita
ini hanya fiktif belaka nama nya FanFiction. Bila ada kesamaan nama/tokoh,
cerita dan lain-lain itu memang ada factor kesengajaan maklum aja lah si author
Gaje…
Semua tokoh
dalam cerita ini, milik Tuhan, ORang Tua mereka dan diri mereka sendiri.
Kecuali untuk Kim Ki Bum dan Kim Ryeowook itu punya author!*dibakar ma orangnya
langsung*
Hujan turun lagi, kini lebih deras dari biasanya. Menyapu bersih jalanan yang berdebu dan membasahi dedaunan hijau di perkarangan rumah keluarga Kim. Rumah keluarga yang besar dan luas. Rumah mewah yang cukup membuktikan betapa kayanya pemilik rumah tersebut.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, dirumah itu tidak seorang pun yang sanggup terlelap. Dinginnya malam seakan semakin menusuk, sunyinya malam seolah semakin terlambang dengan sangat sempurna. Rumah itu sepi bagaikan tak bertuan, meski banyak penghuninya. Hanya karena sang pemilik pergi sebentar, tak ada suara lagi. Diam seribu bahasa.
Sesungguh nya bukan karena kepergian Yesung. Kedua anak pemilik rumah hanya sedang lupa dimana posisi mereka di tempatkan. Kibum dan Kyuhyun mereka sedang bermasalah di dalam hati mereka. Entah karena cinta, ataukah karena kecemburuan. Mungkin juga karena sebuah keraguan hati.
Kyuhyun mengetuk pintu kamar kibum pelan, dia agak takut akan mengganggu saudara tirinya itu. Dia masih tetap berdiri di depan pintu kamar, menarik tangannya dan tak berani mengetuk lagi. Hatinya merasa gelisah, apakah dia baru saja melakukan kesalahan lagi sehingga saudaranya itu mendiaminya beberapa hari ini.
Sementara kibum yang berada di dalam kamar, hanya menatap dirinya di depan cermin. Sebuah bayangan namja mungil menyerang pikirannya. Tersenyum dengan begitu ramah dan membuat jantungnya berdetak tak karuan. "Kim Ryeowook" bisiknya dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Apa yang harus kulakukan sekarang?"
Deg… deg… deg… detak jantungnya makin tak karuan. Ia merasa dirinya memang semakin aneh saat dia dekat dengan salah satu teman sekelasnya itu. Namja itu seolah menghantui pikirannya, bukan hanya pikirannya. Kibum menyadari satu hal, bahwa dia kecanduan.. dia membutuhkan namja itu di sampingnya, ia menyukai bau tubuh namja itu, menyukai suaranya yang lembut, bahkan rasa masakan namja itu seolah membakar tenggorokannya. Dia merindukan segala hal tentang kim ryeowook dan ia tak tahu rasa apa yang sedang ia alami.
Akhirnya kyuhyun memberanikan diri mengetuk pintu sekali lagi. "Bummie… boleh aku masuk?" hati kyuhyun mulai bergejolak aneh. Firasat buruk terus menghantui dirinya. Kibum menyadari kehadiran saudara tirinya itu. Dibukanya pintu kamarnya.
"Kyunnie…" katanya lemah dan matanya tak lepas dari kyuhyun yang kini menghempaskan dirinya di ranjang kibum. "Untuk apa kemari"
"Ada yang mau kutanyakan padamu, bolehkah?"
Kibum merasa ada rasa panas menyerang tubuhnya, membuatnya semakin gelisah. Dia tetap diam dan mengangguk saja saat mendengarkan perkataan kyuhyun. Rasa haus terus menyerangnya, rasa haus yang sangat aneh.
"Apa kau tertarik dengan seorang namja?" deep voice kyuhyun terdengar merdu di telinga kibum. Suasana berubah menjadi hening, hanya suara tetes air hujan di luar rumah yang terdengar makin deras. Kibum tak menjawab secara langsung, tatapan matanya yang dingin menatap lurus ke wajah kyuhyun.
"Kurasa kau yang paling tahu jawabannya"Kibum menjawab dengan ketus kali ini. Membuat kyuhyun harus rela menahan emosinya dengan sikap kibum yang rasanya berbeda dari biasanya.
Kyuhyun duduk bersila di ranjang kibum, mengacak-acak rambutnya karena merasa frustasi dengan dinginnya sifat kibum. "Kau masih marah karena aku menyuruh Sungmin sunbae mendekatimu"
"Anni…" jawab kibum jujur, meski pun ia tahu namja aegyo yang dipaksa kyu untuk merebut hatinya itu dengan sangat jelas tapi ia tak terlalu peduli soal itu. Kibum sedang tak mempermasalahkan tentang sungmin atau pun yang lainnya. Ini soal dirinya dan rasa hausnya. Juga tubuhnya yang terasa semakin panas.
Kyuhyun melirik kibum heran, kenapa saudara tirinya itu terlihat aneh malam ini. "Kyu, aku haus" katanya. Kyuhyun diam sejenak, tak disangkanya kibum akan begitu manja meminta air untuknya, di ambilnya sebotol air mineral dari dalam kulkas mini di kamar kibum. Diserahkannya pada namja yang terlihat semakin pucat itu. Kibum meminum air itu dengan cepat.
"Gwechanayo bummie?" kyuhyun semakin khawatir dengan kondisi kibum yang terus menghabiskan air mineral yang ia berikan.
"Kyu… tenggorokanku rasanya terbakar" teriak kibum memegangi lehernya.
Kyuhyun sontak langsung berlari menarik tangan kibum yang mungkin akan merobek tenggorokannya. "Bummie… tenanglah! Kau mau minum lagi? Jangan mencekik lehermu sendiri!"
Warna bola mata kibum berlahan berubah, menjadi warna ke abu-abuan. Kibum menjerit histeris, suaranya sudah tak bisa keluar lagi. "Panas kyunnie… sangat panas"
Tanpa banyak bicara, kyuhyun merobek pakaian kibum. "Aku akan panggil appa kangin dulu!" Kyuhyun bergegas keluar dari kamar kibum, tapi kibum menahannya. Menarik tangan kyu, wajahnya semakin pucat dengan keringat dingin bercucuran dari dahinya. Kyuhyun menyadari sesuatu yang tidak beres menyerang kibum.
Kibum menarik kalung silver yang terpasang di lehernya dengan sekali hentakan. Ia terlihat memburu oksigen, tangannya yang mencengkram lengan kyu semakin kuat. Matanya tajam menatap kyuhyun seolah itu bukan dirinya. Kulit kibum berubah dingin seperti es. "Jangan pergi! Temani aku!" katanya tegas tapi tetap dengan wajah datar.
Tenaga kibum berubah menjadi sangat kuat, ditariknya kyuhyun kuat dan cepat, hingga namja itu berada di pelukan kibum sekarang. "Buka pakaianmu kyu!" bisik kibum dengan senyuman jahat terkembang di wajahnya yang masih tetap dingin.
"Kau sedang bercanda kan? Jangan bercan…." Belum sempat kyuhyun menyelesaikan kata-katanya, kibum langsung melumat bibirnya. Mata kyuhyun membulat seketika kemudian mulai meladeni ciuman panas dari saudara tirinya itu. Dia menyeringgai evil saat kibum memberikan jeda dalam ciuman mereka. Darah menetes dari bibir kyuhyun.
Kau menggigit bibirku babo! Kyuhyun mulai berbicara dengan telepatinya yang pasti di dengar kibum
Darahmu manis kyu… sangat manis.. aku suka ini.
Benarkah semanis itu? Heh…. Rasa haus mu hilang dengan cara begini ya? Bibirku sudah perih, lepaskan! Jangan sampai ada yang melihat kita! Kyuhyun mendorong tubuh kibum kuat, di pukulnya bagian belakang kepala kibum keras hingga kibum langsung pingsan. Ditariknya kalung silver yang sama di lehernya, di kalungkannya di leher kibum. "Bad habits mu itu kumat lagi ya! Dasar psikopat!" kibum memamapah tubuh kibum ke tempat tidur, di selimutinya tubuh namja itu hingga bahu.
"Selamat tidur bummie!" kyuhyun melangkah keluar dari kamar kibum saat dia tak menemukan kemana terlemparnya kalung kibum, di lapnya darah yang mengalir di bibirnya. "Menyebalkan, bagaimana jika bibirku ini membengkak, aku akan menjadi sangat jelek"
^^KIKA^^
Pagi menjemput, seperti kebiasaan biasa
kyuhyun membangunkan kibum yang masih senang bergelut dengan mimpi-mimpi
indahnya. "Bummie… bangun!" kyuhyun menarik selimut kibum. Namja yang
dibangunkan itu tak bergeming sama sekali. Kyuhyun berevil smirk ria saat dia
menemukan ide yang bagus untuk membangunkan kibum.Kyuhyun berbaring di samping kibum, berbisik manja di telinganya. "Chagiya… ayo bangun!". Kibum masih tak bergeming. "Bummie… kau lihat apa yang kau lakukan padaku!" terikanya kali ini agak keras.
Kibum spontan melompat. Kyuhyun menarik selimut dan menyelimuti seluruh tubuhnya kemudian memasang wajah teraniaya. Kibum berubah panic saat melihat dirinya bertelanjang dada. "OMO! Apa yang telah kulakukan padamu kyu?" teriaknya dengan wajah memerah ditambah rasa panic berlebihan.
"Coba kau ingat apa yang kau lakukan" kyu mulai mendramatisir suasana.
"Aku… men…HuWAAAA" teriaknya tak karuan. Kyuhyun kemudian tertawa, ia bangkit dari ranjang kibum sambil berevil smirk ria.
"Kena… aku berbohong, kita tidak melakukan apapun semalam kok" ujar kyu menatap kibum dengan mata sayunya. "Aku memukulmu sebelum kau lepas kendali, kau sungguh aneh semalam"
"Mian he… itu luka dibibirmu…" Kibum menyentuh bibir kyu, kyu hanya menepis lembut.
"Gwechana… cepatlah mandi, appa kangin sudah menunggu dibawah. Nanti terlambat!"
^^KIKA^^
Awan hitam menggumpal dilangit menutupi sosok
sang mentari. Tak ada yang tahu ada apa dengan cuaca, terus seperti itu di kota
ini. Selalu dingin dan gelap, hujan juga sering turun seolah ada yang
mengaturnya. Angin berhembus pelan sekarang, menjadikan suasana terasa semakin
dingin.Eunhyuk duduk di salah satu cabang pohon besar di kawasan taman belakang sekolahnya. Matanya memandang lurus kearah langit. Kondisinya seolah melemah, nafasnya tak beraturan dan wajahnya memucat. Dia berusaha menenangkan dirinya dan tetap mempertahankan keseimbangan di atas pohon itu.
"Hyukkie…" seorang namja mungil berlari dan menyapanya dengan senyuman manis dari bawah pohon. Eunhyuk hanya tersenyum menyambut kedatangan orang yang sejak tadi di tunggunya itu. "Omo! Wajahmu sangat pucat, mian aku terlambat"
BRUUUKKK… eunhyuk terjatuh dari pohon. Wookie berusaha menangkapnya, tapi siapapun tahu tubuh mungil itu takkan mampu menopang tubuh jangkung eunhyuk. Eunhyuk memburu oksigen, dia seolah seperti orang sekarat yang hampir mati. "Hyung.. jangan membuatku takut!" wookie mulai menangis.
"Gwechana pangeran.. aku masih bisa menunggumu lebih lama" eunhyuk masih menujukkan senyuman terbaiknya meski tatapan namja itu sudah mengosong. Ia sudah tak bisa melihat apapun lagi.
Wookie menatap eunhyuk, bola matanya berubah menjadi berwarna abu-abu cerah, gigi taringnya sedikit memanjang. *wookie keren!* #Plaak. Ditariknya tubuh hyukkie mendekat ke tubuhnya, di bukanya sedikit seragam sekolah namja sekarat itu. Di tancapkannya gigi taringnya di leher hyukkie, menghisap sedikit darahnya yang terasa enak di lidahnya.
"Lebih baik hyung?" Tanya wookie akhirnya saat dia selesai dengan aksinya.
Mata eunhyuk mulai mencerah, nafasnya mulai teratur, wajahnya tak lagi pucat. Dia menarik wajah wookie mendekati wajahnya. Di kecupnya lembut bibir itu, "Nee, gommawo lord…". Wajah wookie langsung memerah, wajahnya menjadi seperti semula, tanpa taring dan bola mata berwarna indah itu. "Kembalilah ke sisi pangeran kibum, aku tak ingin nanti menjadi masalah"
"Hyung… kau mencintaiku kan?"
Eunhyuk memutar badannya, melirik wookie yang sekarang menatapnya sedih. "Nee… kau tidak usah khawatir, aku akan belajar untuk makan sendiri. Jadi tidak perlu merepotkanmu memberikan racun itu lagi ke tubuhku"
Wookie cepat memeluk tubuh eunhyuk dari belakang. "Tidak akan masalah aku memberikan racun itu tiap hari"
"Aku sangat tahu wookie, memberikan racun itu seperti melakukan hubungan intim kan? Jangan bohongi aku lagi, saat kibum menjadi vampire seutuhnya, dia takkan mengizinkanmu menyentuhku. Biarkan aku belajar hidup mengabdi untukmu sekarang, bukan bergantung hidup darimu"
Kyuhyun tertawa evil. "Ku kira wookie yang imut takkan pernah memohon cinta pada orang lain selain lord kibum. Ternyata, kau lebih serakah dari yang kuduga. Aku bisa bayangkan betapa marahnya bummie melihatmu"
Wookie terdiam, eunhyuk melepas pelukan wookie di tubuhnya. Di serangnya tubuh kyuhyun cepat, gigi taring panjang muncul di antara gigi eunhyuk, bola matanya menghijau. Kyuhyun tak terkejut sama sekali, dia tahu sosok mahluk bukan manusia itu takkan menyerangnya, takkan menggigit lehernya dan menghisap darahnya. Apa lagi harus merubahnya menjadi sosok seperti mereka ataupun membunuhnya.
Kyuhyun menatap dalam mata eunhyuk, wookie hanya diam di tempatnya saat pandangan mata kyuhyun beralih ke arahnya. "Vampire ya? Makhluk konyol yang hanya bisa mendapat makanan dari majikanmu, kau bisa apa? Membunuhku?" celoteh kyuhyun membuat eunhyuk semakin kesal.
Tapi yang dikatakan kyuhyun tak ada yang salah. Vampire yang ada di depannya itu, tak pernah menghisap darah siapapun semenjak ia menjadi vampire. Seorang manusia yang di ubah oleh sang pangeran vampire karena cinta. Sebuah alasan yang menurut keluarga kerajaan vampire, hal tersebut memalukan.
"Kau di ubah menjadi vampire oleh wookie sendiri ya?" kyuhyun mulai memancing emosi eunhyuk lagi. "Yang kutahu, cara mengubah manusia menjadi vampire adalah dengan cara yang tadi kan? Hanya saja sambil berhubungan intim" ejek kyuhyun dengan nada sinis
Eunhyuk terdiam, "Dari mana kau mengetahuinya?"
"Buku pembasmi vampire, aku hanya ingin bilang. Aku melihat sosok kibum yang mulai berubah menjadi vampire kemarin, tapi aku tahu kesadarannya tidak hilang, hanya saja dia lebih terbuka sedikit. Aku memang bukan bangsa vampire, tapi aku tahu pangeran kalian itu harus menikah dengan kibum secepatnya atau dia akan menjadi vampire rendahan karena berhubungan intim dengan seorang manusia"
"DIAMMMM… KUMOHON JANGAN LANJUTKAN!" Teriak wookie sambil menangis. "Apa salahnya jika aku sungguh menyukai hyukkie hyung? Apa salahnya saat aku merubahnya menjadi vampire aku mencintainya. Kau hanya manusia kau tahu apa?"
Eunhyuk melepas cengkraman tangannya dari leher kyuhyun. Di peluknya wookie yang menangis, kyuhyun menyeringgai iblis. "Jika aku berubah menjadi seorang vampire, aku bisa pastikan yang merubahku adalah kibum. Berhati-hatilah kalian, aku akan menghancurkan bangsa kalian satu persatu agar kibum tak pernah mengetahui siapa bangsanya sebenarnya"
^^KIKA^^
Jantung kibum berdetak aneh, saat melihat
sosok kyuhyun tersenyum padanya. Ia melihat kyu yang sedang menatapnya dari
halaman sekolah. Dia hanya balas tersenyum, seolah yang ia lakukan jadi serba
salah. Dia masih bisa mengingat apa yang sudah ia lakukan pada saudara tirinya
itu tadi malam. Dan Ia tahu itu adalah kesalahan fatal yang tak bisa di
tolerir.Apa yang kau lakukan kim kibum, kau hampir saja mencelakai hubungan saudara antara dirimu dan adikmu itu. Kau benar-benar babo! Kibum sibuk bergelut dengan pemikirannya sendiri. Tapi matanya masih tak bisa lepas dari kyuhyun yang berbicara dengan seorang temannya di halaman sekolah. Kibum menyadari kalau tempat duduk dekat jendela sungguh membantunya melihat semua kelakuan kyuhyun di halaman sekolah.
Terkadang dia akan tertawa saat kyuhyun mulai aksi palak-memalaknya yang keterlaluan atau pun aksi memukuli siswa yang bertampang menyeramkan. Hidup kyuhyun sungguh berbeda dengannya, hidup kyuhyun selalu di penuhi dengan aksi pemukulan yang menurutnya seru sementara hidupnya hanya soal kekayaan yesung, anak seorang yeoja yang bagaikan ratu dan juga penuh ketidak tahuan tentang dunia. Dia hanya sebentar melihat dunia ini.
"Hai….." seorang namja tiba-tiba memecah lamunan kibum. Namja itu berjongkok di atas meja kibum. "Annyoung… lee donghae imnida" ujarnya dengan senyuman yang terlihat sangat manis.
Kibum menjauhkan wajahnya dari donghae. Jarak wajah mereka yang hanya dua centimeter itu membuat kibum merasa agak risih. "Kau siapa?" kibum menatapnya dingin sesuai dengan gayanya.
"Donghae… tapi khusus untukmu panggil aku chagi saja!"
Seluruh kelas menjadi rusuh mendengar pernyataan donghae. Donghae turun dari meja kibum, di hampirinya kibum dengan langkah yang pasti. Dia mengulurkan tangannya ke wajah kibum lalu keluar bunga dari balik rambut kibum. "Jadilah namjachinguku kim kibum! Aku menyukaimu sejak pertama kali bertemu denganmu!"
"MWOOO?" suara menggema para penggemar kibum di kelas itu terdengar. Kibum menaikkan alisnya sebelah. Menandakan dia sungguh tak mengerti arah pembicaraan namja yang baru saja memberikan setangkai bunga mawar merah untuknya kemudian memaksanya menjadi namjachingu dari orang yang bahkan tak pernah ia lihat sebelumnya.
"Tidak tertarik ah… aku tak mengenalmu!" ujar kibum datar. Membuat donghae bungkam dan pundung di sudut kelas.
"Cepat sekali dia menolakku, aku sungguh tak berguna…" gumamnya tak jelas.
Kibum mendekati donghae. "Hmf… anu.. donghaessi"
"Nee…" donghae langsung berdiri, seolah mendapat semangat hidup baru. "Kau ingin mengajakku kencan dan beri ku kesempatan?" tebaknya asal.
Kibum menggeleng, "Anni.. aku hanya ingin bertanya bagaimana caramu melakukan ini?" kibum mengacungkan bunga mawar itu pada donghae. "Bisakah kau mengajariku?"
^^KIKA^^
"Bummie…" teriak kyuhyun menggedor
pintu kamar kibum yang masih tertutup rapat. Kibum membuka pintu kamarnya dan
melihat sosok kyuhyun dengan wajah tak bersalah menatapnya dingin. Kibum tak
terlalu memperdulikannya. Dia lebih tertarik untuk menyambut kepulangan Yesung
malam itu. Dia segera menyambar tangga dan segera berlari menuju pintu keluar
utama."Appa…." Teriaknya gembira saat melihat sosok Yesuk masuk ke dalam rumah. Ia langsung memeluk tubuh Yesung, seolah ia sungguh merindukan sosok sang appa tercinta. "Selamat datang!"
"Kau sedang bertengkar dengan kyu ya?" Tanya Yesung asal saat melihat wajah berlipat kyuhyun saat menghampirinya.
Kibum menggeleng cepat, "Anni… kami baik-baik saja sebagai saudara"
Kyuhyun ikut tersenyum, "Benar, kami baik-baik saja sebagai saudara appa. Appa jangan menambah beban pikiran dengan kami. Masuklah sana appa, kangin appa sudah menunggu mu tuh" goda kyuhyun.
Wajah Yesung terlihat memerah, kibum tertawa kecil. Di dorongnya tubuh Yesung ke dalam kamar ke dua orang tua mereka itu. Meski di dalam hatinya masih ada kerinduan yang menyelimuti. Kibum tak bisa meminta agar Yesung terus menemaninya sementara Yesung memerlukan orang lain selain dirinya. Ingin menceritakan gejolak aneh yang muncul pada dirinya seperti warna bola matanya yang terkadang berubah, rasa panas yang mencekam, kecanduan seorang namja di sekolah dan haus yang menyerang tiba-tiba.
Tapi satu hal yang tak akan pernah berani ia ceritakan, kenekatannya mendekati kim kyuhyun. Bukan sebagai seorang saudara melainkan lebih dari itu. Kibum melepas tangan Yesung secara berlahan, sambil tersenyum dengan tatapan mata sayu yang tak bisa diartikan. "Bummie, ada masalah?" suara indah Yesung membuat kibum menghentikan langkahnya.
Kibum tersenyum, dia menggeleng lemah. Memberikan isyarat iya sungguh baik-baik saja. "Selamat tidur appa, aku juga sedikit lelah" Kibum menaiki tangga, ia tak ingin yesung harus bertambah lelah dengan ekspresinya yang penuh pengharapan. Dengan langkah tenang, kibum berjalan melewati kyuhyun begitu saja. Seolah tak mengenal atau memang sedang tak berniat membahas apapun dengan namja itu.
Kyuhyun mempercepat langkahnya menyusul kibum, saat merasa Yesung tak dapat melihat mereka berdua lagi, kyuhyun menahan langkah kibum. "Bummie… kenapa lagi sih? Apa aku melakukan kesalahan lagi?"
"Kyunnie… kita kan saudara, jangan mempersulit suasana lagi!" bentak kibum menghempas tangan kyuhyun yang memegang tangannya.
"Maksudmu? Aku tak mengerti, kita memang saudara"
"Kalau begitu jaga jarakmu denganku, aku tak ingin appa merasa salah paham tentang sesuatu di antara kita seperti aku salah paham tentang itu. Mulai besok, aku akan bangun sendiri, tak usah membangunkanku lagi"
Kyuhyun berdiri membatu di tempatnya, menatap punggung kibum yang tampa ragu meninggalkannya dan masuk ke kamarnya. Dia tak mengerti, hatinya terasa sakit. Apakah itu artinya kibum sedang menutup hati tentang keberadaannya? Ataukah kibum merasa pilihannya untuk menjadi sebuah keluarga adalah hal yang salah?
^^KIKA^^
Kibum terus terjaga sepanjang malam, bukan
karena matanya tak bisa tertutup atau terlalu banyak yang mengganjal
pikirannya. Dia terlalu takut, jika dirinya tertidur dia takkan bisa bangun dan
menepati janjinya pada kyuhyun agar tak merepotkan saudara tirinya itu lagi
untuk membangunkannya. Di tekuknya lututnya di atas tempat tidurnya, di
tenggelamkannya wajahnya di lututnya.Hatinya terasa sakit, dia tak tahu apakah kata-katanya pada kyuhyun tadi adalah kata-kata yang benar. Mereka keluarga, mereka bisa bersama karena pernikahan diantara kedua orang tua yang mereka sayangi. Suatu pengharapan yang sangat mustahil jika harus mengutamakan keegoisan imajinasi untuk saling bersama.
Suatu hal yang kibum sadari, dia mungkin tak mencintai kyuhyun sebesar appanya mencintai appanya kyuhyun. Dia hanya membutuhkan kyuhyun karena hanya kyuhyun yang ada dalam hidupnya selama dia tertidur di rumah sakit. Kyuhyun yang selalu ada disisinya, mungkin hanya sebuah rasa takut kehilangan kyuhyun hingga dia harus merasakan perasaan seperti ini. Ini bukan cinta hanya kebutuhan. Itulah menurutnya.
NgWiiinnggg…ngwinggg….ngewiiingg… terdengar suara alarm rumah berbunyi keras. Kibum tahu sekali, kalau seseorang memasuki rumah mereka secara illegal. Dia tak terlalu peduli, tak ada orang yang bisa melewati pengamanan rumah Yesung itu, pengamanan yang hampir sama dengan tingkat keamanan rumah seorang President amerika.
Srrrttt…ssrrrt.. kibum menajamkan telinganya saat jendela kamarnya terdengar suara aneh. Kemudian jendelanya terbuka, seorang namja masuk kekamarnya. Tanpa rasa takut sedikitpun, kibum menghidupkan lampu kamarnya. Seolah menantang sosok yang tak di kenalnya itu ia berdiri di depan namja yang sedang terluka tersebut. "Kau siapa?"
Namja itu menggunakan topeng yang menutupi wajahnya, pakaiannya rapi dengan setelan jas hitam yang terlihat stylish. Namja itu menengadah melihat wajah kibum, dia tampaknya terkejut dengan sosok kibum. Topengnya tak bisa menyembunyikan ketidak percayaannya itu. "Kau….?"
Kibum melepas topeng namja di depannya itu. Wajahnya tetap dingin meski ia kenal siapa yang ada di depannya. Donghae, dialah pencuri yang memasuki rumahnya saat ini. "Kau mencuri dirumahku?" Tanya kibum santai.
Donghae hanya menunduk. Dia malu melihat wajah orang yang dicintainya itu mengatai dia pencuri. Meskipun kenyataannya memang benar, dia sedang mencuri di rumah orang terkaya di kota itu. Namun dia tak pernah tahu kalau rumah tersebut milik keluarga kibum. Jika ia tahu, dia takkan nekat.
Donghae bangkit dan hendak melompat dari jendela kamar kibum, melarikan diri setelah tertangkap basah. Kibum menarik tangan Hae, "Kau akan mati kalau kau melangkahkan kakimu keluar dari sini" ujar kibum tenang.
"Kau akan menyerahkanku ke polisi?" Hae terlihat polos dengan pertanyaan gilanya itu
Kibum tersenyum, "Untuk apa? Aku tidak terlalu tertarik. Kau pencuri pertama yang berhasil memasuki kamarku. Sebagai hadiahnya aku akan melupakan kejadian hari ini"
Donghae menatap tak percaya kibum yang ada di depannya. Dengan cekatan kibum mengambil kotak P3K dan mulai mengobati luka donghae yang sepertinya terkena jebakan di rumahnya. Dia bahkan berbohong dengan sangat santai saat ada beberapa orang berbadan besar menanyakan tentang keberadaan seorang pencuri yang lolos.
"Mereka percaya padamu?"
"Jika mereka tak percaya padaku, appaku akan memecat mereka semua" ucap kibum santai. "Tidurlah di sana, aku mau tidur duluan. Besok pagi aku akan memberitahukanmu bagaimana caranya lolos dari sini"
^^KIKA^^
Kyuhyun tak mengetuk pintu kamar mandi
terlebih dahulu. Dia langsung ngerocos masuk dan menemukan kibum yang masih
terlelap di tempat tidurnya. "Bummie.. bangunlah!" ucapnya kemudian
melakukan ritual yang ia lakukan seperti biasanya saat membangunkan kyuhyun.Mengecup bibir namja itu pelan. Donghae hanya diam melihat apa yang di lihatnya. Dia tahu siapa yang menjadi saingan utamanya dalam mendapatkan hati kibum. Bukan kim ryeowook ataupun lee sungmin melainkan seorang kim kyuhyun, saudara tiri kibum. Donghae menggigit bibir bawahnya, ia tahu ia cemburu. Apakah ia harus keluar dari persembunyiannya dan menghajar orang yang mencuri ciuman orang yang ia sukai.
"Bummie… Bangun!" teriak kyuhyun setelah itu.
Tak lama kemudian, kibum terbangun. Melihat kesekelilingnya dengan pandangan kosong, seolah sungguh tak tahu apa yang dilakukan kyuhyun padanya tiap hari untuk membangunkannya. "Kyunnie.. aku sudah bilang tak usah membangunkanku lagi"
Kyuhyun nyengir, "Aku tak tega jika tak membangunkanmu. Sudahlah mandi sana!". Ia keluar kemudain dari kamar kibum dan menutup pintu kamar itu pelan. Donghae keluar dari tempat persembunyiannya. Tersenyum pada kibum, kibum masih setia dengan tatapan dingin.
"Pagi…"
"Pagi… donghae-ssi" ujar kibum melempar sebotol air mineral pada donghae. "Sebentar lagi, pengawasan akan berkurang saat appaku keluar dari rumah dengan focus padanya. Disaat itu melompatlah dari kamarku. Kau bisa terbang?" pertanyaan ngelantur dari kibum hanya di jawab anggukan dari donghae.
"Kyuhyun bisa membunuhmu jika dia melihatmu disini. Jadi lebih baik berhati-hatilah padanya" sambung kibum.
"Bummie…. Boleh aku memanggilmu seperti itu?" donghae membakar sebuah tisu di tangannya dan muncul sebuah mawar lagi. Di serahkannya mawar itu lagi pada kibum. Kibum tersenyum killer. Mengangguk pelan dan menatap lurus kea rah jendela. "Saranghaeyo kibummie…"
"Jika ada yang bertanya, cukup katakan kau adalah namjachinguku mulai hari ini. Ikuti kemauanku dan akan kuberikan apa yang kau inginkan"
Senyuman manis terkembang di wajah donghae. Dia tahu kibum akan mengatakan itu padanya. Pelampiasan cintanya dari kyuhyun. Meski begitu dia tak peduli, asalkan kibum miliknya sekarang, itu takkan masalah. Donghae memakai jeketnya dan melompat dari jendela. Terbang seperti yang disuruh kibum dengan sebuah alat yang terlihat seperti layang-layang di punggungnya.
Aku adalah seorang ibliskan? Kalau begitu aku akan menikmati peranku sebagai yang kau minta kim ryeowook. Tak ada satu orang pun yang boleh dapatkan aku, menjadi iblis vampire ataupun manusia, akulah yang menentukannya. Begitu juga dirimu kyu, ini salahmu.. aku membencimu! Jika di Tanya siapa yang pertama akan kuhancurkan jawabannya adalah kau!
TBC…
Selesai…. Selesai… chap 3 tercinta…. Huweeee…. Nangis gaje… kayaknya beneran ada Eunwook couple.. trus soal kyubum ma haebum. Masih di pertimbangkan aka ditangan author…
Sudahlah… ayo review… review… soalnya ika mau nyiapin adegan romance di TDR.. hiks… T.T susah banget… ada yang puny aide buat adegan romance nya, jadi TDR di pending aja deh.. KICHUL juga di pending… gara-gara TDR aja nih… susah! #jerit histeris
Curcol aja deh.. waktu ika buat adegan HaeTeuk terhenti… trus mau ngapain ya? Jadi begitu deh.. gak jalan-jalan. Berjam-jam ika di depan kompi, gak ketemu-ketemu adegannya. Akhirnya ika putusin buat yang lain. Selesai 1 FF, ika lanjutin TDR lagi, tapi di penuhi adegan pembunuhan lagi.. hapus lagi… trus lanjutin FF ini, akhirnya.. gak dapat-dapat juga… hiks.. jadilah.. hanya dua FF yang ika publish hari ini.. untuk selanjutnya janji 6 FF deh… #sok
OK! OK!OK! ayo.. review..review… yang punya ide buat adegan romancenya hubungi ika ya! Sapa yang punya nope ika? Kasih gak ya? Soalnya ika lau di sms agak lama balasnya, lau di telpon gak ngangkat #paranoid gitu. Hihihihi… *reader: kami juga gak mau hubungi elu…*
Mpe sini dulu yeee… dadahdahdahda….#lambai-lambai bareng bum
repost : Yanuaricha's blog
0 komentar:
Posting Komentar